[Drabble] Separation

separation

| Tittle Separation | Author Yaumila |

 | Main cast Park Jiyeon – Kim Myungsoo | Support cast Find in this story |

| Rating PG | Genre Sad, Angst | Length Drabble |

Poster by : ©Ettaeminho

 

 

 

Disclaimer :

Para tokoh yang ada di FF ini milik Tuhan. Cerita ini murni hasil imajinasi saya.

Happy Reading~~

 

.

.

.

 

 

 

Author POV

 

“Oppa, kenapa kau merahasiakan hal ini dariku?”

 

“Aku tidak ingin membuatmu sedih, karena keadaanku yang sudah sangat menyedihkan. Dan aku tidak ingin terlihat lebih menyedihkan lagi jika kau tau keadaanku yang sebenarnya. Itulah alasanku menyembunyikan semua ini darimu, kumohon mengertilah,” ujar namja tersebut.

 

“Tapi kau malah membuatku sedih oppa, aku merasa sangat menyesal karena tidak ada di sisimu saat kau sedang sakit hiks, hiks. Seandainya kau memberitahuku kita bisa menghadapinya bersama, dan aku bisa sedikit mengurangi bebanmu.”

 

“Ku rasa itu bukan hal yang bagus. Jika aku memberitahumu tentang keadaanku pasti kau akan selalu cemas dan mengkhawatirkanku. Aku tidak ingin kau seperti itu, aku ingin melihatmu selalu tersenyum Jiyeon-ah. Aku ingin menjadikanmu alasanku agar tetap bisa bertahan hidup.”

 

Pria itu semakin merasakan sasit di dadanya, ia mencengkram dadanya dengan sangat kuat untuk menahan sakit yang mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.

 

“Oppa, kumohon bertahanlah jangan tinggalkan aku. Bukankah kau berjanji akan selalu berada di sisiku? Karena itu bertahanlah untukku,” ujar perempuan yang bernama jiyeon itu lirih.

 

“Maafkan oppa kali ini saja Jiyeon-ah, karena sepertinya oppa tidak bisa menepati janji itu. Jangan pernah kau tangisi kepergianku, jalani hidup dengan baik karena aku akan mengawaasi dari atas sana. Kau harus berjanji, hiduplah dengan baik hiduplah tanpa penyakit.”

 

Setelah mengatakan hal tersebut pria yang bernama Myungsoo itu telah menghembuskan nafasnya untuk yang terakhir kali. Jiyeon berusaha membangunkan Myungsoo dengan mengguncang-guncangkan tubuhnya dengan keras. Tapi apa daya, nyawanya telah pergi meninggalkan raganya dan tidak mungkin bisa kembali lagi. Kembali pada tubuh yang sudah terbujur kaku yang ada di hadapannya kini.

 

Jiyeon menangis sekeras mungkin untuk melampiaskan rasa yang teramat sakit yang ia rasakan pada hatinya. Rasanya bagaikan separuh jiwanya pergi dan menyisakan ruang kosong di hatinya. Ruang yang mungkin tidak akan ditempati lagi karena ia bertekad untuk tidak mengizinkan siapapun masuk ke dalamnya.

 

Tapi di dalam lubuk hatinya ia sadar, sadar bahwa ini mungkin adalah hal terbaik yang dilakukan Tuhan agar belahan jiwanya tidak tersiksa lagi karena penyakit yang dideritanya. Ia yakin bahwa Tuhan sangat menyayangi Myungsoo hingga ia memanggilnya di usia yang masih sangat muda.

 

Ia juga sadar betul bahwa tidak semua pasangan ditakdirkan bersama selamanya. Seperti yang terjadi padanya, kekasihnya pergi lebih dulu meninggalkannya sendiri. Meninggalkan rasa yang teramat pedih sekaligus rasa menyesal di hatinya. Menyesal karena tidak mengetahui apa yang telah dialami sang kekasih. Berjuang seorang diri dalam menghadapi penyakitnya tanpa memberitahunya sama sekali. Tapi itu semua tidak berguna lagi sekarang.

 

Yang harus ia lakukan adalah merelakan kepergian myungsoo untuk selamanya. Ia juga harus bisa menepati janjinya yang terakhir kepada Myungsoo. Yaitu janji untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan atas kepergiannya. Dan berjanji untuk hidup dengan baik.

 

2 years later

 

Seorang perempuan sedang duduk sendiri di sebuah pemakaman. Wajah cantiknya terlihat begitu pucat. Entah apa yang sedang dialaminya tapi sorot matanya menunjukkan keputus asaan dan kepedihan. Bulir-bulir kristal perlahan merebak keluar dari sudut mata indahnya.

 

“Myungsoo oppa, bagaimana kabarmu di sana? Sepertinya kau sangat bahagia berada di atas sana. Aku berusaha sekuat mungkin untuk tidak menagisi kepergianmu, bukankah aku anak baik karena sudah menepati janjiku?” Jiyeon berhenti sejenak untuk menghapus air mata yang sudah mengalir deras di pipinya.

 

“Tapi sepertinya aku tidak bisa menepati janjiku yang terakhir. Yaitu hidup dengan baik. Hidupku menjadi berantakan setelah kepergianmu oppa. Dan sampai bertemu lagi di atas sana oppa,” ucapnya diiringi dengan sebuah senyum simpul yang tercetak di wajahnya. Dan tak lama kemudian ia merebahkan tubuhnya di atas kuburan Myungsoo dan menutup matanya.

 

 

_Separation_

END

 

20 Comments

  1. annyeong.aq pengunjung baru dsni.
    wah drabble yg menyedihkan.
    kasian jiyeon & myungsoo.
    smg dikehidupan lain bs bahagia.
    hikss hikss

    oia, ada bbrp typo. utk alurnya bagus.
    bener2 kisah yg menyedihkan. berhasil membuat pembaca ikutan sedih jg.

    Like

    Reply

Comment, comment~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s